• personalia.ubk@gmail.com
  • 0822-9815-6687
News Photo

Larangan Berdusta Walau Bercanda

  • Umum
  • April 07, 2026
  • Admin SD

Kadang kita menganggap bercanda itu hal biasa. Tapi ketika candaan dibangun di atas dusta, itu bukan lagi sekadar hiburan—melainkan dosa yang harus diwaspadai. 

Berdusta yang tujuannya hanya ingin membuat orang tertawa termasuk kena ancama ‘wail’.

Dari Bahz bin Hakim, ia berkata bahwa ayahnya, Hakim telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” 

(HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 3315. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Mari biasakan lisan dengan kejujuran, bahkan saat bercanda. Karena seorang mukmin tetap menjaga kata-katanya dalam keadaan serius maupun santai.

Jadilah pembawa kebahagiaan tanpa kebohongan, penyebar tawa tanpa dusta.

 

Bagikan Berita

Komentar

Informasi lebih lanjut Hubungi