Wanita bukan sekadar indah dipandang, tapi mulia karena menjaga diri. Di zaman yang penuh fitnah, kehormatan bukan datang dari perhatian, tapi dari batasan. Bukan dari banyaknya pergaulan, tapi dari keteguhan menjaga diri. Karena awal dari kerusakan seringkali terlihat sepele, hingga akhirnya menjadi kebiasaan, jagalah diri, jagalah hati, jagalah kehormatan. Karena muslimah yang taat bukan yang bebas tanpa batas, tapi yang mampu menjaga dirinya dari pergaulan yang terlarang.
Jangan remehkan doa, bahkan untuk hal yang tampak kecil. Para salaf terdahulu memohon kepada Allah dalam setiap kebutuhan mereka hingga perkara sederhana sekalipun. Karena mereka yakin, yang kecil bagi kita tetap besar jika tanpa pertolongan-Nya. Berdoalah kepada Allah, meminta segala sesuatu, dari perkara besar sampai perkara kecil-kecil. Allah Ta’ala berfirman: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60). Biasakan lisan ini meminta, bukan hanya saat sulit, tetapi juga saat segala terasa mudah. Sebab keberkahan hidup sering dimulai dari doa-doa yang kita anggap sepele.
Kadang kita menganggap bercanda itu hal biasa. Tapi ketika candaan dibangun di atas dusta, itu bukan lagi sekadar hiburan melainkan dosa yang harus diwaspadai. Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa berdusta demi membuat orang lain tertawa adalah perkara yang tercela. Tawa yang sesaat tidak sebanding dengan akibatnya di hadapan Allah. Mari biasakan lisan dengan kejujuran, bahkan saat bercanda. Karena seorang mukmin tetap menjaga kata-katanya dalam keadaan serius maupun santai. Jadilah pembawa kebahagiaan tanpa kebohongan, penyebar tawa tanpa dusta.
Jangan curang, karena keberkahan tidak pernah lahir dari kecurangan. Kejujuran mungkin terasa berat, tapi ia membawa ketenangan dan kepercayaan. Sedangkan tipu daya hanya memberi keuntungan sesaat, lalu meninggalkan penyesalan. Rasulullah ﷺ mengingatkan: siapa yang menipu, bukan bagian dari golongan beliau. Mari jaga amanah, berlaku jujur dalam belajar, bekerja, dan bermuamalah. Sebab kejujuran adalah jalan menuju keberkahan.
Puasa sunnah yang datang setiap pertengahan bulan Hijriyah, tanggal 13, 14, dan 15. Amalan ringan namun pahalanya begitu besar. Rasulullah ﷺ menganjurkannya, bahkan menyebut keutamaannya seperti berpuasa sepanjang tahun. Momentum untuk membersihkan hati, melatih kesabaran, dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan lewatkan kesempatan pahala yang terus berulang setiap bulan ini. Mari hidupkan sunnah, mulai dari yang sederhana. Semoga Allah memudahkan kita untuk istiqamah menjalankannya.
Keutamaan bershalawat bukan hanya menambah pahala, tetapi juga menjadi sebab diangkatnya doa-doa kita ke langit. Sebagaimana disebutkan, doa bisa tertahan antara bumi dan langit hingga kita bershalawat kepada Nabi ﷺ. Mari hiasi setiap doa dengan shalawat, agar harapan kita lebih dekat untuk dikabulkan.
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: "Barang siapa mengenal dirinya, ia akan sibuk memperbaikinya daripada mencari-cari aib orang lain. Dan barang siapa mengenal Penciptanya, ia akan sibuk dengan-Nya daripada mengikuti hawa nafsunya." (Al-Fawaid, 1/80)
Belajar di tahun 2025 berbeda dengan dulu. Sekarang, cara belajar menekankan pada kemampuan, kreativitas, dan kerja sama, bukan hanya menghafal. Berikut ini beberapa orientasi belajar di era 2025:
Alhamdulillah murid kami sd islam umar bin al-khattab telah berhasil juara lomba PAI kecematan gunung jati
Alhamdulillah sekolah kami meraih piala lomba PAI Kec.gunung jati
Memberikan Piagam Penghargaan kepada KHAIRUL JANNAH dari SD ISLAM UMAR BIN KHATAB
Menerima sedekah dan donasi bunga bank anda untuk sarana umum di lingkunagan Yayasan Umar Bin Al Khattab Cirebon.
Siswa SD Islam Umar bin Al Khattab mengikuti Mabit edukatif di Dukuhpuntang, Cirebon
Slogan "Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini" sudah sangat familiar di telinga kita.